Minggu, 16 Januari 2011

TRUBUS-PROPOLIS PULIHKAN DEMAM BERDARAH DALAM WAKTU 24 JAM

TRUBUS-PROPOLIS PULIHKAN DEMAM BERDARAH DALAM WAKTU 24 JAM

Demam dan menggigil 9 hari akibat virus dengue penyebab demam berdarah terhapus dalam 24 jam. Virus dengue itulah yang merenggut keceriaan Bella Dwi Sukmaningrum pada Januari 2009. Trombosit bocah 12 tahun itu anjlok: 46.000/μl; kadar normal 150.000-450.000/μl darah. Musim hujan seperti bulan ini memang rawan demam berdarah dengue. Akibat trombosit rendah, Bella menggigil karena sirkulasi darah terganggu sehingga banyak organ tak memperoleh pasokan darah. Samini, ibundanya, membawa Bella ke dokter.
Usai memeriksa, dokter mendiagnosis Bella positif tifus. Ahli medis itu meresepkan 3 jenis obat yang harus dikonsumsi 3 kali sehari. Semalam berlalu, demam Bella tak kunjung reda. Samini menduga-duga Bella terserang demam berdarah lantaran banyak tetangga juga menderita penyakit serupa. Oleh karena itu ia berniat memeriksakan ulang Bella. Namun, keesokan hari Bella sudah kembali lincah sehingga Samini urung menemui dokter.

Dengue
Keceriaan itu sesaat karena pada malam berikutnya Bella kembali demam. Malahan hidung pelajar SD Negeri 2 Karangmojo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, itu mengeluarkan darah. Di kedua tangannya muncul bintik-bintik merah. Keluarga bergegas membawa Bella ke instalasi gawat darurat (IGD) sebuah rumahsakit di Madiun, Jawa Timur. Hasil diagnosis menunjukkan angka trombosit tinggal 46.000/μl. “Lewat 1 jam tanpa pertolongan nyawanya melayang,” tutur Samini menirukan ucapan dokter. Untuk menopang kehidupan Bella, selang infus menancap di tangan mungilnya. Samini memberikan jus jambu biji merah kepada Bella berharap agar trombosit terdongkrak. Sayang, baru minum sedikit, Bella sudah muntah.
Prof. Dr. dr. H. Soegeng Soegijanto, Sp.A(K), DTM & H, pakar demam berdarah dari Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, menyatakan virus dengue menyerang monosit, bagian sistem imunitas atau kekebalan tubuh. Selain itu, virus juga memproduksi racun yang merusak kapiler pembuluh darah. Efeknya permiabilitas pembuluh tinggi sehingga mudah bocor. Akibatnya darah dalam pembuluh merembes ke jaringan ikat di sekitarnya. Lama-lama penderita kekurangan cairan sehingga lemas dan pusing.
Celakanya virus juga menyerang sumsum tulang belakang sehingga menghambat produksi trombosit. Virus itu merusak trombosit dalam darah. Jumlah trombosit pun semakin berkurang. Selain sebagai wadah bagi sel darah merah dan putih, trombosit berperan membekukan darah saat terjadi luka. Tanpa trombosit, sel-sel tubuh kekurangan pasokan nutrisi dan oksigen. Itulah sebabnya pasien diinfus cairan elektrolit untuk memperkuat sel sehingga fungsi organ tetap normal.
Demam berdarah akibat virus dengue yang seperti diidap Bella itu ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Hanya nyamuk betina yang mengisap darah untuk memperoleh protein demi memproduksi telur. Sumber energi nyamuk jantan dari nektar bunga. Serangga anggota famili Culicidae itu gemar hinggap di area gelap dan benda-benda berwarna hitam.

Propolis
Samini nyaris putus harapan setelah 6 hari Bella opname di rumahsakit, tetapi demam tak kunjung reda. Seorang tetangga yang membezuk menyarankan Samini memberikan propolis. Kerabat tetangga itu juga mengidap demam berdarah dengue dan sembuh setelah mengkonsumsi produk lebah itu. Bahkan, angka trombositnya tersisa 25.000/μl. Pegawai kantor Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, itu membeli 2 botol propolis masing-masing 150 ml.
Propolis yang dikonsumsi Bella merupakan produk yang dihasilkan lebah pekerja. Serangga sosial itu mengolah propolis dari berbagai bahan seperti pucuk daun, getah tumbuhan, dan kulit beragam tumbuhan seperti akasia dan pinus. Pada sarang buatan, lebah-lebah meletakkan propolis di celah antarpapan, bingkai, atau tutup sarang sebagai sistem pertahanan dari serangan penyakit.
Samini memberikan 1 sendok makan propolis setiap 3 jam kepada Bella. “Seharusnya setiap 2 jam, tapi ia rewel dan sering menolak,” kata alumnus Universitas Kediri itu. Kondisi itu menyebabkan Samini mesti agak memaksa. Usahanya membuahkan hasil, dalam 3 hari trombosit Bella merangkak naik. Sebelum minum propolis trombositnya sempat jatuh hingga 18.000/μl, meningkat 63.000/μl, dan stabil pada 121.000/μl pada hari ke-3.
Peningkatan signifikan itu menyebabkan Bella meninggalkan IGD dan berpindah ke kamar rawat inap. Saat Bella menunjukkan kemajuan pesat, keadaan sebaliknya terjadi di rumah. Silvy Nurhaliza, anak pertama Samini, mendadak demam. Belajar dari pengalaman sebelumnya, Samini segera membawanya ke rumahsakit. Dugaannya tak meleset; trombosit putri pertamanya itu turun sampai 97.000/μl. Silvy lantas menggantikan tempat Bella di IGD.
Bagi Samini, penanganan Silvy lebih mudah lantaran putri pertamanya penurut. Pelajar kelas VI SD Negeri 1 Karangmojo, Magetan, itu rutin mengkonsumsi propolis setiap 2 jam. Hasilnya, setelah 24 jam, angka trombositnya melejit menjadi 230.000/μl. Keesokan harinya Silvy menyusul sang adik di kamar rawat inap. Hari berikutnya dokter mengizinkan mereka pulang.
Menurut dr. Hafuan Lutfie, MBA, dokter yang meresepkan propolis dan produk perlebahan sejak 2002, propolis menonaktifkan virus dengan menguraikan protein penyusunnya. Akibatnya virus kehilangan daya serang terhadap sel. Mineral dan vitamin madu -tambahan dalam propolis itu- mempercepat produksi trombosit untuk menggantikan yang rusak. Itulah sebabnya angka trombosit Silvy meningkat tajam. Selain itu juga mempercepat pemulihan stamina, mencegah infeksi penyakit sekunder, dan mengurangi efek samping obat sintesis.

Sumber : http://www.trubus-online.co.id/

TRUBUS-STOP CUCI DARAH, BERHENTI CUCI DARAH BERKAT PROPOLIS

TRUBUS-STOP CUCI DARAH, BERHENTI CUCI DARAH BERKAT PROPOLIS

Adhitya Tri Wardhana kejang, seluruh badan kaku, dan lemas. Ternyata itu gejala gangguan fungsi ginjal sehingga mesti cuci darah.
Acara liburan kelulusan sekolah di Bali pun riuh, guru dan teman-teman yang tengah asik bermain panik. Mereka membawa Adhitya yang saat itu berusia 16 tahun ke rumahsakit. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan fungsi ginjal Adhitya positif turun. Di tubuhnya terdeteksi penumpukan sisa metabolisme protein dan kekurangan elektrolit. Itulah sebabnya dokter memberi suntikan elektrolit untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Kondisi kesehatan yang tidak bagus memaksa Adhitya mengakhiri liburannya lebih cepat dan pulang ke Surabaya, Jawa Timur. Wiwik Sudarwati, M.Pd., ibunda Adhitya, tidak percaya jika ginjal anaknya bermasalah. “Waktu berangkat ke Bali, Adhitya masih segar bugar. Tetapi kok tiba-tiba sakit”, kata ibu 3 anak itu. Oleh karena itu Wiwik kembali membawa Adhitya ke Rumahsakit Sint Vincentius a Paulo (sohor dengan nama RKZ atau Roomsch Katholiek Ziekenhuis), Surabaya. Hasil diagnosis dokter sama saja: bungsu tiga bersaudara itu mengalami gangguan fungsi ginjal.
Sejak itu Adhitya rutin mengkonsumsi obat-obatan dan mengecek kesehatan sebulan sekali. Beraktivitas berat pun terlarang. Menu makanannya juga diatur. Adhitya menghindari konsumsi makanan berprotein tinggi. Tujuannya supaya ginjal tidak bekerja terlalu berat dalam membuang sisa-sisa metabolisme protein. “Adhitya hanya boleh mengkonsumsi protein 40 g sehari”, kata Wiwik.
Cuci darah hampir 3 tahun Adhitya hidup di bawah pengawasan dokter. Selama itu ia tidak mengalami keluhan sakit. Namun, menjelang pelulusan SMA, kesehatan pria yang kini berusia 22 tahun itu drop. Saat itu ia mengikuti banyak kegiatan bimbingan belajar sehingga sering pulang malam dan pola makanan pun tidak terkontrol. Akibatnya, Adhitya kembali menginap di rumahsakit.
Dokter mendiagnosis positif gagal ginjal. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar kreatinin dalam darah tinggi mencapai 12 mg/dl, kadar normal 0,6-1,2 mg/dl. Solusinya cuci darah 2 kali sepekan. Saat ini biaya sekali cuci darah berkisar Rp 800.000. Namun, keluarga memutuskan Adhitya untuk mengkonsumsi obat-obatan. Pilihan itu ternyata berisiko tinggi.
Buktinya berselang 2 hari setelah menolak saran dokter, Adhitya kembali menjalani pemeriksaan darah. Hasilnya, kadar kreatinin semakin melonjak, 15 mg/dl. Dokter mengingatkan lagi untuk segera cuci darah. Bila dibiarkan, kreatinin akan meracuni organ tubuh lain. Dokter juga memberikan opsi lain, yaitu transplantasi ginjal. Salah satu dari orangtua Adhitya harus rela menyumbangkan ginjal kepada sang anak. “Biayanya mencapai Rp 400 juta”, ujar Wiwik.
Menurut dr. Sidi Aritjahja, dokter di Yogyakarta, gagal ginjal merupakan ketidakmampuan ginjal menyaring dan mengeluarkan zat-zat racun, seperti kreatinin, dari tubuh sehingga menumpuk dalam darah. Kadar kreatinin tinggi menandakan organ yang mirip seperti biji kacang merah itu gagal bekerja. Kondisi itu berbahaya karena bisa meracuni organ tubuh lain. Oleh sebab itulah penderita gagal ginjal harus menjalani cuci darah.
Kali ini, Adhitya manut terhadap saran dokter. Ia dirawat-inap dan melakukan cuci darah rutin 2 kali sepekan. Setelah 18 hari menginap di rumahsakit, dokter mengizinkan Adhitya pulang. Namun, setiap 5 hari sekali ia harus kembali untuk cuci darah. Selain itu ia juga harus tetap menjaga menu makanan supaya pencernaannya tidak memberatkan kerja ginjal.

Propolis
Pada pertengahan 2007, Wiwik bertemu salah satu rekannya, Baktiono. Ketika itulah Baktiono menyarankan kepada Wiwik agar memberikan propolis untuk mengobati Adhitya. Menurut Baktiono konsumsi propolis bagus untuk meringankan beragam penyakit. Propolis merupakan produk yang dihasilkan lebah Apis cerana dan Apis mellifera. Jika madu terdapat di dalam sarang heksagonal; propolis di luar sarang. Menurut Ir. Hotnida CH Siregar, M.Si., ahli lebah dari Institut Pertanian Bogor, lebah pekerja mengolah propolis dari berbagai bahan seperti pucuk daun, getah tumbuhan, dan kulit beragam tumbuhan.
Tertarik dengan saran itu, Wiwik lantas membeli 1 botol propolis. Ia kemudian menyuruh Adhitya mengkonsumsinya 3 kali sehari sebelum makan. Satu setengah bulan rutin mengkonsumsi propolis, Adhitya melakukan cek darah. Hasilnya positif, kadar kreatinin turun di bawah 10 mg/dl. Menurut dokter yang memeriksa, kadar kreatinin di bawah 10 mg/dl tidak perlu cuci darah.
Hasil itu merupakan kabar gembira bagi Adhitya dan keluarga. Bahkan setahun rutin mengkonsumsi propolis, ia pun tak pernah lagi diwajibkan untuk cuci darah. Pemeriksaan laboratorium terakhir, pada pertengahan 2008, menunjukkan kadar kreatinin turun menjadi 4 mg/dl. Sejak itu Adhitya rutin mengkonsumsi propolis sampai sekarang. Selain tak perlu cuci darah, konsumsi propolis juga meningkatkan stamina. Dulu Adhitya sering lemas dan cepat capai. Sekarang kondisinya lebih energik dan fit. Mahasiswa di Universitas Bhayangkara itu pun leluasa beraktivitas sehari-hari. “Dulu ke mana-mana harus diantar, sekarang sudah bisa pergi sendiri,” kata Wiwik.
Dengan rutin mengkonsumsi propolis, Adhitya kini terbebas dari cuci darah. Menurut Liu CF, periset di National Taipei College of Nursing, antioksidan propolis mampu melindungi ginjal dari kerusakan parah. Khasiat itu dibuktikan Liu secara in vivo pada hewan percobaan. Ia menguji 2 kelompok tikus yang menderita gagal ginjal akut. Satu kelompok diberi propolis; kelompok lain, tanpa propolis.
Sejam setelah pemberian propolis, Liu lalu mengamati tingkat kerusakan ginjal tikus. Hasilnya, kerusakan ginjal kelompok yang tidak mengkonsumsi propolis lebih parah ketimbang kelompok yang mendapatkan asupan propolis. Itu ditandai dengan meningkatnya kadar malondialdehid (MDA) dalam ginjal tikus. Kadar malondialdehid tinggi mengindikasikan terjadinya stres oksidatif yang bisa memicu kerusakan ginjal.
Menurut Prof. Dr. Mustofa, M.Kes. Apt., periset di Bagian Farmakologi dan Toksikologi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, sifat antioksidan pada propolis lantaran mengandung senyawa flavonoid dan polifenol. Senyawa aktif itu melindungi tubuh dari gempuran radikal bebas penyebab kerusakan sel. Dengan terlindungnya ginjal dari kerusakan parah maka proses regenerasi sel pun bisa lebih mudah berjalan. Adhitya Tri Wardhana merasakan manfaat itu. Ia terbebas dari cuci darah sejak rutin mengkonsumsi propolis. (Ari Chaidir/Peliput: Rosy Nur Apriyanti)

Sumber :
1. www.trubus-online.co.id
2. Majalah Trubus No. 485 Edisi April 2010

BUKTI ILMIAH KHASIAT PROPOLIS

BUKTI ILMIAH KHASIAT PROPOLIS

Propolis sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melawan bakteri yang resisten terhadap antibiotik buatan manusia. Dalam sebuah tes ilmiah dengan cell-culture test, propolis terbukti sangat efektif melawan:
1. Bakteri patogen jenis gram positif seperti Staphylococcus sp. (antara lain penyebab infeksi saluran kencing).
2. Clostridium sp. (antara lain penyebab gangguan perut/gastrointestinal).
3. Corynebacterium diphtheriae (penyebab diphtheriae).
4. Jenis-jenis Streptococcus sp. (antara lain penyebab infeksi tenggorokan, infeksi sinus dan scarlet fever).
Bakteri gram negatif yang juga efektif dilawan dengan propolis antara lain Klebsiella pneumonia (penyebab pneumonia dan bronchitis) dan Pseudomonas sp. (antara lain penyebab infeksi pada luka).
Bukti ilmiah lain, sebagaimana dipublikasikan di Archives of Pediatric and Adolescent Medicine, dimana 430 anak secara random diterapi dengan propolis selama musim dingin lalu dibandingkan dengan anak lain yang diberi obat buatan pabrik. Musim dingin dipilih karena pada musim ini pada umumnya anak-anak mudah terkena infeksi saluran pernafasan. Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa anak-anak yang diberi propolis terkena infeksi saluran pernafasan 55% lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak lain yang mendapatkan obat dari pabrik.
Penelitian-penelitian lain yang dilakukan di Belanda, Rumania dan Polandia menunjukkan hasil yang sejalan dengan penelitian tersebut di atas. Penggunaan propolis untuk pencuci mulut (mouth rinses) ternyata juga sangat efektif untuk menghentikan pertumbuhan bakteri-bakteri yang secara umum berada di mulut. Bakteri-bakteri ini pada umumnya menyebabkan kerusakan gigi, penyakit gusi, cavities dan plaque pada gigi. Penelitian ilmiah yang menunjang hal ini telah dilakukan antara lain di Brasil dan Jepang.
Penelitian di Jepang bahkan menunjukkan bukti lain, bahwa pasien bedah mulut yang kemudian menggunakan propolis sebagai pencuci mulut mengalami proses penyembuhan yang lebih cepat, lebih bersih dan rasa sakit/inflamasi yang sangat berkurang dibandingkan pasien lain yang menggunakan pencuci mulut buatan pabrik.
Propolis yang dicampur dengan madu terbukti menyembuhkan luka lebih cepat daripada Silver Sulfadiazine (SS). Di Brasil bahkan propolis telah digunakan untuk pengobatan AIDS karena terbukti menghambat replikasi virus HIV. Penelitian di State Medical University of Ukraina juga membuktikan, seluruh pasien yang terkena Herpes Simplex Infection berhasil disembuhkan dengan propolis.
Penelitian-penelitian lain di berbagai negara tidak henti-hentinya menemukan bukti baru atas efektifitas propolis sebagai obat untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan masuknya bahan kimia berbahaya ke dalam tubuh (keracunan).
Ada 5 alasan mengapa propolis dapat menjadi obat:
1. Propolis mengandung lebih dari 180 phytochemicals, antara lain flavonoid, berbagai turunan asam orbanic, phytosterols, terpenoids dan sebagainya. Zat-zat ini terbukti memiliki berbagai sifat anti-inflamatory, antimicrobial, antihistamine, antimutagenic dan anti-allergenic.
2. Flavonoid yang ada dalam propolis selain bersifat antioksidan yang mencegah kanker, juga mampu menumbuhkan jaringan. Kandungan propolis yang meningkatkan tumbuhnya jaringan tersebut antara lain sebagai akibat dari sifat tissue strengthening dan regenerative effect dari quercetin, kaemferol, epigenin dan luteolin.
3. Propolis memiliki sifat antibiotik, antara lain disebabkan oleh berbagai turunan asam organic seperti cinnamic, ferrulic, benzoic, caffeic, coumaric, terpenes dan turunan-turunan berikutnya seperti limonene, p-cymene, eugenol, galangin dan quercetin.
4. Propolis memiliki sifat antifungal (antijamur) yang dihasilkan oleh phytochemicals seperti flavonoids, pinocembrin, quercetin, sakauranetin dan sebagainya.
5. Propolis memiliki sifat antivirus yang berasal dari turunan-turunan asam organik seperti Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE).

FINANCIAL SAFETY ATAU FINANCIAL FREEDOM?

FINANCIAL SAFETY ATAU FINANCIAL FREEDOM?

Kenapa banyak lulusan terbaik dari universitas terkemuka ingin bekerja untuk para dropout*) seperti Bill Gates dari Microsoft, Richard Branson dari Virgin Industries, Michael Dell dari Dell Computers, dan Ted Turner dari CNN? Itu karena para sarjana dan mahasiswa hanya bercita-cita menjadi pekerja, bukan menjadi business owner!
*) dropout yang sekarang merupakan orang-orang superkaya.

Lalu kenapa kebanyakan orang lebih memilih menjadi pekerja? “.... karena itulah yang diajarkan kepada mereka, baik di rumah maupun di sekolah.” (Robert T. Kiyosaki)



Mereka akan terus menjadi pekerja yang mengandalkan gaji dari perusahaan, majikan, atau negara. Semakin tinggi kedudukannya akan membuatnya semakin sibuk pula dan semakin tak punya waktu. Inilah keadaan orang-orang yang berada di kuadran kiri yang terdiri dari employee (E/pekerja) dan self employed (S/wiraswasta) yang kebanyakan berorientasi financial safety. Mereka ini sudah merasa nyaman jika telah memiliki gaji tetap, karena dengan pemasukan rutin itu mereka merasa telah terhindar dari resiko kemiskinan, kelaparan, kekurangan, kebangkrutan, dan resiko-resiko akibat keterbatasan finansial.
Berbeda dengan mereka yang berada di kuadran kanan yang terdiri dari business owner (B/pemilik usaha yang mempunyai sistem mapan) dan investor (I). Semakin sukses harus membuatnya semakin memiliki banyak waktu. Orientasinya adalah financial freedom. Bekerja atau tidak, uang terus mengalir untuknya. Bukan mereka yang bekerja demi uang, tapi uanglah yang bekerja untuk mereka.
Bagi mereka, resiko finansial adalah masalah yang harus ditangani sebaik-baiknya, bukannya dihindari. Mereka merasa harus bekerja lebih cerdas, sehingga menghasilkan lebih banyak dengan modal dan pengorbanan yang lebih kecil. Mereka akan membangun sistem yang mapan dan kuat, sistem yang akan terus dan terus berjalan, dengan atau tanpa ada dirinya.
Butuh ratusan juta rupiah sampai sekian milyar untuk membangun usaha dengan sistem yang demikian atau untuk melakukan investasi. Namun di era teknologi informasi ini, banyak jalan pintas yang sangat baik dan terbukti efektif untuk dipakai sebagai batu loncatan menuju financial freedom, khususnya bagi mereka yang tak memiliki banyak modal dan keahlian untuk mendirikan perusahaan. Dua di antara sekian banyak jalan itu adalah usaha waralaba (franchise) dan network marketing (Robert T. Kiyosaki).
Jika Anda ingin mengawali langkah untuk sukses dan fokus di kuadran kanan dengan orientasi financial freedom agar dapat menikmati hidup lebih santai dan menyenangkan, Anda dapat memulai bersama perusahaan network marketing (MLM) yang jumlahnya mencapai ratusan buah di Indonesia. Namun sebelum memutuskan untuk bergabung dengan salah satu atau beberapa di antaranya, ada baiknya Anda membaca lebih dulu tentang kriteria-kriteria perusahaan MLM yang terpercaya.
Kalau boleh saya merekomendasikan, saya menyarankan Anda untuk mencoba menjadi member PT Melia Nature Indonesia (MNI), karena sistemnya mudah, perhitungan keuntungan finansialnya adil dan sederhana namun riil dan besar, jumlah produknya hanya 2 sehingga Anda bisa lebih fokus pada produk tersebut, dan peluang untuk berkembang lebih terbuka.
Dengan kerja serius, Anda pasti berhasil. MNI memang tidak menjanjikan kesuksesan tanpa kerja keras sama sekali, karena itu adalah mimpi. Ini adalah kerja riil, bukan jualan mimpi. MNI juga tidak menjanjikan kaya tanpa usaha, karena itu adalah mustahil. Akan tetapi MNI mengajak semua membernya untuk berusaha sebaik-baiknya, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
MNI sama sekali tidak membebani Anda dengan target apapun, baik target harian, mingguan atau bulanan. Tidak ada istilah tutup point. Semua bonus yang Anda dapatkan, besar maupun kecil, tetap menjadi hak Anda dan akan segera ditransfer hari itu juga oleh perusahaan ke dalam rekening Anda.
Oleh karena itu jika Anda serius ingin lebih berkembang, ingin memaksimalkan potensi, sekaligus ingin meraih financial freedom, segeralah melangkah. Jika Anda melangkah sekarang, maka beberapa saat ke depan Anda telah menikmati hasilnya. Tapi jika Anda menunda langkah, maka kesuksesan Andapun akan tertunda pula. Sedetik lebih cepat, boleh jadi seribu langkah jauhnya Anda telah meninggalkan orang lain.

KRITERIA BISNIS MLM YANG BAIK--KENAPA MLM BONUSNYA BESAR

KRITERIA BISNIS MLM YANG BAIK--KENAPA MLM BONUSNYA BESAR


KRITERIA BISNIS MLM YANG BAIK

Banyak orang belum dapat memahami dan menerima, kenapa para member atau distributor perusahaan MLM bisa menerima bonus atau penghasilan yang sangat besar. Dibandingkan dengan keuntungan penjualan barang-barang yang dipasarkan secara konvensional yang harga dan kualitasnya setara, keuntungan para distributor MLM memang bisa berkali-kali lipat lebih besar. Ini jika dipandang dari segi penghasilannya secara global, baik penghasilan dari penjualan langsung maupun penghasilan dari berbagai macam bonus yang diterima.
Kenapa bisa demikian? Kita ketahui, perusahaan konvensional memerlukan bermacam-macam pengeluaran untuk biaya pemasaran, yang terbesar digunakan untuk biaya iklan dan distribusi. Perusahaan-perusahaan besar yang harus mengiklankan produknya agar dikenal dan selalu diingat oleh masyarakat, seperti produk makanan, kosmetik, obat, dan lain-lain; rata-rata menggunakan lebih dari 50% anggaran pemasarannya untuk iklan di media massa, baik cetak maupun elektronik. Bahkan tidak sedikit di antara perusahaan tersebut yang menganggarkan untuk iklan lebih dari 70%.
Pada perusahaan MLM, hampir seluruh biaya iklan dan distribusi tersebut diberikan kepada distributor! Setiap distributor (member) otomatis merangkap sebagai agen iklan atau tukang promosi. Merekalah yang memberikan penjelasan tentang produk perusahaan, langsung kepada konsumen. Mereka dapat menggunakan bermacam cara, seperti face to face, brosur, website, facebook, SMS, publikasi di media massa, serta cara-cara lain yang memungkinkan.
Sebagian besar bea distribusi, oleh perusahaan juga diberikan kepada member, karena perusahaan hanya akan mengirim barang ke stokis, bukan ke toko-toko atau warung-warung yang tersebar di area yang luas, sehingga biaya distribusinya dapat ditekan secara signifikan. Masing-masing memberlah akan mengambilnya sendiri di stokis apabila memerlukan.
Oleh karena itu sudah sewajarnya jika para distributor mendapat keuntungan besar, karena memang mereka memiliki banyak peran: sebagai penjual, sebagai agen iklan, sebagai tukang antar, sebagai “manajer pemasaran”, sebagai “manajer personalia” (tukang rekrut dan pembina distributor baru), serta sebagai konselor bagi konsumen.
Peran rangkap tersebut tidak dimiliki oleh agen konvensional, karena mereka hanya berkedudukan sebagai penjual yang hanya akan mendapat keuntungan penjualan langsung.
Jika Anda kini sudah memahami duduk permasalahannya dan Anda merasa punya kemampuan, apa salahnya Anda berusaha memaksimalkan potensi dan menciptakan peluang mendapat penghasilan tambahan hingga ratusan juta rupiah? PT Melia Nature Indonesia adalah pilihan yang tepat bagi Anda, insya Allah. Sistemnya yang adil, mudah dan tidak memberatkan, perhitungan finansialnya yang sederhana, bonusnya yang besar dan dibayarkan harian serta produknya yang istimewa dan sangat dibutuhkan, merupakan jaminan bagi Anda untuk sukses dan berkembang.Bisnis MLM bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi dia menawarkan semua hal yang sangat diinginkan hampir setiap manusia, yaitu kebebasan finansial dan kebebasan waktu. Namun disisi lain, bisnis MLM banyak dicela karena image menjual mimpi, tingkah laku para member, dan perusahaan yang tidak bonafid. Juga rancunya bisnis MLM dengan money game.
Apa ciri dari bisnis MLM yang bisa dipercaya?
1. Perusahaan
Jangan tertipu dengan iming-iming "Perusahaan yang baru saja didirikan" atau "Baru di-launch, sehingga peluangnya masih sangat besar". Rayuan bahwa Anda akan menjadi "Orang Kaya Pertama" di bisnis yang ditawarkan itu justru memperkuat bukti bahwa kredibilitas perusahaan tidak/belum dapat dipertanggungjawabkan.
Alamat perusahaan harus jelas dan memiliki semua dokumen legalitas.
2. Biaya Bergabung
Biaya rasional untuk bergabung di bisnis MLM harusnya tidak mencapai angka ratusan ribu untuk sebuah keanggotaan. Perhatikan juga apa yang Anda dapat dengan biaya pendaftaran tersebut, apakah sesuai atau malah merugikan. Selalulah bertanya pada diri Anda sebelum bergabung dengan bisnis MLM tertentu, "Apa yang saya dapat dengan membayar biaya pendaftaran?"
Jika misalnya Anda harus membayar Rp 100.000,- atau Rp 200.000,- namun Anda hanya mendapat produk senilai Rp 20.000,- dan berkas senilai tidak lebih dari Rp 10.000,- maka curigailah “bisnis” tersebut sebagai money game.
3. Produk
Produk bisnis yang dijual secara multilevel, harus memiliki kualitas setingkat lebih baik -minimal sama- dengan produk yang dijual di pasaran. Harga yang ditawarkan pun tidak jauh berbeda dengan harga produk serupa di pasaran. Produk telah melalui proses riset dan lolos uji laboratorium. Produk obat-obatan harus memiliki ijin BPOM dan produk makanan harus telah mengantongi sertifikat halal dari lembaga yang berwenang.
4. Sistem
Bisnis MLM sudah selayaknya memiliki sistem yang telah teruji, dibuktikan dengan banyaknya orang yang sukses, dan jumlah orang yang sukses tersebut terus bertambah. Sistem bisnis MLM yang bagus haruslah rasional (dapat diterima secara logika) dan adil (siapa yang bekerja, dialah yang mendapat bonus paling banyak, tidak peduli apakah dia upline atau downline).
Tidak ada bisnis MLM terpercaya yang mengusung kata-kata “tanpa” : tanpa kerja, tanpa cari downline, tanpa promosi, tanpa modal, dan tanpa-tanpa lainnya. Semua harus dilakukan dengan usaha, namun hasilnya sangat sepadan dengan usaha Anda, dan bisa berkali-kali lipat dibandingkan kerja konvensional.
5. Manfaat Lebih
Jika semua kriteria di atas telah terpenuhi, tanyakan pada orang yang mengajak Anda, mengapa Anda harus bergabung di MLM tersebut dan bukan MLM lain?



KENAPA MLM BONUSNYA BESAR

Banyak orang belum dapat memahami dan menerima, kenapa para member atau distributor perusahaan MLM bisa menerima bonus atau penghasilan yang sangat besar. Dibandingkan dengan keuntungan penjualan barang-barang yang dipasarkan secara konvensional yang harga dan kualitasnya setara, keuntungan para distributor MLM memang bisa berkali-kali lipat lebih besar. Ini jika dipandang dari segi penghasilannya secara global, baik penghasilan dari penjualan langsung maupun penghasilan dari berbagai macam bonus yang diterima.
Kenapa bisa demikian? Kita ketahui, perusahaan konvensional memerlukan bermacam-macam pengeluaran untuk biaya pemasaran, yang terbesar digunakan untuk biaya iklan dan distribusi. Perusahaan-perusahaan besar yang harus mengiklankan produknya agar dikenal dan selalu diingat oleh masyarakat, seperti produk makanan, kosmetik, obat, dan lain-lain; rata-rata menggunakan lebih dari 50% anggaran pemasarannya untuk iklan di media massa, baik cetak maupun elektronik. Bahkan tidak sedikit di antara perusahaan tersebut yang menganggarkan untuk iklan lebih dari 70%.
Pada perusahaan MLM, hampir seluruh biaya iklan dan distribusi tersebut diberikan kepada distributor! Setiap distributor (member) otomatis merangkap sebagai agen iklan atau tukang promosi. Merekalah yang memberikan penjelasan tentang produk perusahaan, langsung kepada konsumen. Mereka dapat menggunakan bermacam cara, seperti face to face, brosur, website, facebook, SMS, publikasi di media massa, serta cara-cara lain yang memungkinkan.
Sebagian besar bea distribusi, oleh perusahaan juga diberikan kepada member, karena perusahaan hanya akan mengirim barang ke stokis, bukan ke toko-toko atau warung-warung yang tersebar di area yang luas, sehingga biaya distribusinya dapat ditekan secara signifikan. Masing-masing memberlah akan mengambilnya sendiri di stokis apabila memerlukan.
Oleh karena itu sudah sewajarnya jika para distributor mendapat keuntungan besar, karena memang mereka memiliki banyak peran: sebagai penjual, sebagai agen iklan, sebagai tukang antar, sebagai “manajer pemasaran”, sebagai “manajer personalia” (tukang rekrut dan pembina distributor baru), serta sebagai konselor bagi konsumen.
Peran rangkap tersebut tidak dimiliki oleh agen konvensional, karena mereka hanya berkedudukan sebagai penjual yang hanya akan mendapat keuntungan penjualan langsung. 
Jika Anda kini sudah memahami duduk permasalahannya dan Anda merasa punya kemampuan, apa salahnya Anda berusaha memaksimalkan potensi dan menciptakan peluang mendapat penghasilan tambahan hingga ratusan juta rupiah? PT Melia Nature Indonesia adalah alternatif yang dapat Anda pilih. Sistemnya yang adil, mudah dan tidak memberatkan; perhitungan finansialnya yang sederhana, bonusnya yang besar dan dibayarkan harian serta produknya yang istimewa dan sangat dibutuhkan, merupakan jaminan bagi Anda untuk sukses dan berkembang.

TRUBUS-OBAT KANKER PERSEMBAHAN LEBAH

TRUBUS-OBAT KANKER PERSEMBAHAN LEBAH

“Peluang untuk sembuh hanya 1%,” kata dokter yang memeriksa Evie Sri. Sri mengidap kanker payudara stadium III. Celakanya sel kanker mengalami metastasis ke lever. ”Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum”, kata Sri. Namun, sebelas bulan kemudian Evie Sri masih bugar. Dokter yang memeriksa Sri terperangah, proses pengecilan sel kanker begitu cepat.
Evie Sri masih ingat ketika tangannya meraba sebuah benjolan di payudara kanan. Itu pada Februari 2008. Perempuan 50 tahun itu tak hirau lantaran benjolan tak menimbulkan sakit. Rasa sakit bagai ditusuk-tusuk jarum itu baru ia rasakan pada April 2008 sehingga ia bergegas ke rumahsakit. Saat itulah dokter mendiagnosis Evie Sri mengidap kanker payudara stadium III. Untuk mengatasi penyakit ganas itu, doker menyarankan biopsi dan 8 kali kemoterapi.
Biaya sekali biopsi Rp3,5-juta; kemoterapi, Rp6-juta. Artinya Sri mesti menyediakan dana Rp50-juta. Padahal, di tabungan cuma tersisa Rp7,5-juta. Itu yang membuat Evie Sri dan suami bimbang. Sri melakukan tes kadar CA15-3-untuk mengetahui antigen tumor payudara di darah, sekali lagi di sebuah laboratorium. Namun, hasilnya sama: kadar CA mencapai 172,95 µ/ml; kadar normal maksimal 30 µ/ml.
Hasil uji itu membuat mental Sri melorot. Sepekan lamanya ia menangis. Toh, akhirnya kepala sekolah dasar itu tak punya banyak pilihan. Ia menjalani 8 kemoterapi dengan interval 21 hari mulai Mei 2008. Setiap menyisir, ia melihat helaian rambut menempel di sisir. Itu salah satu efek kemoterapi, selain hilangnya nafsu makan sehingga badan kurus. Setelah 4 kali kemoterapi, dokter menyatakan bahwa kanker di lever Sri sembuh.

Muncul Lagi
Setelah kemoterapi ke-8 pada September 2008, dokter menyarankan operasi pengangkatan payudara. Sri bergeming karena harus terbang ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji. Sri kaget karena benjolan di payudara kian hari kian membesar dan mengeluarkan cairan kuning. “Rasanya seperti disilet dan ditusuk kawat besar,” kata Sri.
Operasi pengangkatan akhirnya batal karena sel kanker membesar. Dokter menyarankan kemoterapi lanjutan. Menurut Dr. Henry Naland, Sp.B Onkologi, hampir semua manusia mempunyai onkogen alias gen pembawa kanker di kromosom sel. Dengan bantuan zat penyebab kanker alias karsinogen, sel normal berubah menjadi sel ganas. “Namun, sistem kekebalan tubuh yang baik bisa menghambat timbulnya kanker,” kata Henry.
Menurut Henry ada beberapa faktor yang bisa menimbulkan kanker, termasuk kanker payudara. Makanan berlemak dan kurang serat salah satu pemicu kanker. Tak hanya itu, keletihan, merokok, stres, pencemaran lingkungan, dan faktor genetika pun turut berperan dalam timbulnya kanker.
Pada Januari 2009, Sri mengkonsumsi campuran propolis, madu, dan royal jeli yang sudah diolah dalam bentuk sirup. Sri mengkonsumsi 3 kali sehari masing-masing sesendok makan. Efek yang ia rasakan, tubuh merasa nyaman, rasa nyeri seperti tusukan kawat dan teriris silet hilang. Hal penting lain, benjolan di payudara mengecil dari 4 cm menjadi 0,5 cm. Ketika memeriksakan diri, dokter sampai terheran-heran melihat perkembangan sel kanker yang mengecil.
Sitotoksik propolis ampuh mengendalikan sel kanker payudara. Propolis bermakna pelindung sarang lebah dari ancaman pihak luar. Ia bersifat desinfektan untuk mensterilkan lebah yang masuk sarang. Lebah rentan serangan virus dan bakteri. Propolis biasanya bersumber dari resin atau getah tanaman, kemudian dicampur dengan lilin dan direkat dengan air liur lebah.
Propolis yang dikonsumsi Evie Sri diuji oleh Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Hasilnya, propolis kaya akan kandungan alkaloid, flavonoid sebagai antioksidan, polifenol, saponin, tanin dan quercetin. Menurut Costas Koumenis, asisten profesor di Pusat Kesehatan Baptis Universitas Wake Forest, Amerika Serikat, propolis pun kaya kandungan CEPA (Caffeic Acid Phenetyl Ester). CEPA bersifat antiperadangan dan berfungsi melindungi kerusakan sel hati akibat pemberian obat-obatan kemoterapi.
Khasiat propolis sebagai pembunuh sel kanker dibuktikan oleh Tri Yuliati SKM dari LPPT UGM. Ia menguji keampuhan propolis untuk menguji sel HeLa dan sel SiHa (kanker rahim), sel T47D (kanker payudara), serta MCF7 (kanker payudara). Hasilnya, propolis mempunyai nilai LC50 15,625-62,5 g/ml. LC50 adalah konsentrasi yang menyebabkan kematian sel kanker sebesar 50%.
Hasil serupa dibuktikan oleh Dr. drh. Pudji Astuti, M.P. dan drh. Sitarina Widyarini, M.P, Ph.D. dari LPPT UGM. Caranya, 40 tikus betina galur Sprague dawley umur 5 minggu dibagi ke dalam tiga kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok berjumlah 10 ekor.
Kelompok 1 diinduksi dengan DMBA dimetilbenz(a)ntrasen yang bersifat karsinogenik. Dalam kelenjar susu, DMBA ini akan diubah menjadi epoksida, suatu metabolik aktif perusak molekul DNA. Itu, suatu kondisi penyebab timbulnya kanker payudara. DMBA dilarutkan terlebih dahulu dalam minyak jagung dan diinduksikan dengan dosis 20 mg/kg bobot tubuh.
Kelompok II sepekan sebelum pemaparan DMBA, diberi propolis berdosis 2,5 ml/kg bb sebanyak 2 kali sehari. Tikus dalam kelompok ketiga diinduksi DMBA berdosis 20 mg/kg bb. Sepekan sebelum perlakuan tikus diberi minyak jagung yang diinduksi DMBA dengan dosis dan frekuensi yang sama dengan kelompok 2. Pemberian minyak jagung dan propolis dengan dosis yang sama tetap dilajutkan selama proses pemberian DMBA.
Hasilnya ketika diukur sebulan kemudian pada kelompok I perkembangan nodul alias benjolan pada tikus semakin membesar, mencapai 87,5% dari 8 tikus yang tersisa. Bandingkan dengan kelompok 2 dan 3 yang memberikan hasil nodul semakin mengecil masing-masing mencapai 69,23% dan 66,66% dari hewan uji. Penelitian itu pun membuktikan terjadi pengecilan nodul dari diameter 1,8 cm menjadi 0,6 cm setelah 1 bulan pemberian propolis. Hasil itu persis yang dialami Evie Sri.

Sumber : http://www.trubus-online.co.id/

Jumat, 14 Januari 2011

KOMENTAR PARA DOKTER MENGENAI OBAT-OBATAN KIMIA

KOMENTAR PARA DOKTER MENGENAI OBAT-OBATAN KIMIA

Pernyataan-pernyataan berikut ini perlu kita pertimbangkan, karena mereka adalah para dokter yang sangat tahu apa itu obat-obatan kimia :
"Penyebab kebanyakan penyakit adalah obatan-obatan kimia beracun yang para dokter berikan dan yakini akan membawa kesembuhan." Charles E. Page, M.D.
"Obat-obatan kimia bisa dikatakan tidak begitu penting karena sifatnya hanya menekan gejala penyakit." Hans Kusche, M.D.
"Jika semua obat-obatan kimia di seluruh dunia dibuang ke laut, ini akan berakibat buruk bagi ikan-ikan tapi baik bagi manusia." O.W. Holmes. (Prof. of Med. Harvard University).
"Tiap obat meningkatkan dan membuat komplikasi kondisi pasien." Robert Henderson, M.D. (Disampaikan dalam ceramah dua setengah jamnya kepada para anggota konggres dan para dokter, dikemukakan di The Smithsonian Institute, Washington D.C.)
"Obat-obatan tidak pernah menyembuhkan penyakit. Mereka hanya menekan tanda bahaya alami tubuh ketika muncul masalah kesehatan. Racun kimia apapun yang dimasukkan dalam tubuh manusia harus segera dibereskan walaupun ia mengurangi gejala. Rasa sakit mungkin hilang, tapi tanpa disadari pasien malah makin parah kondisinya." Daniel. H. Kress, M.D.
"Bagian terbesar dari semua penyakit kronis disebabkan dari obat-obatan kimia beracun yang menekan gejala-gejala penyakit akut." Henry Lindlahr, M.D.
"Tiap dokter senior tahu bahwa kebanyakan penyakit tidak begitu terbantu dengan obat-obatan kimia." Richard C. Cabot, M.D. (Mass. Gen. Hospital).
"Obat-obatan kimia hanyalah pereda, karena di balik penyakit ada penyebabnya. Dan untuk penyebab inilah obat-obatan kimia tak pernah bisa menjangkaunya." Wier Mitchel, M.D.
"Orang yang minum obat perlu pulih dua kali. Sekali untuk pulih dari penyakit, dan sekali lagi pulih dari obat kimia itu sendiri." William Osler, M.D.
"Praktik medis tidak memiliki filosofi atau akal sehat yang patut untuk direkomendasikan. Ketika sakit, tubuh sudah penuh dengan racun. Dengan minum obat-obatan kimia, tubuh makin penuh dengan racun, sehingga membuat kondisi makin susah untuk disembuhkan." Elmer Lee, M.D.
"Perhitungan kami menunjukkan kira-kira empat setengah juta orang per tahun masuk rumah sakit diakibatkan karena efek samping obat. Lebih jauh lagi, rata-rata pasien rumah sakit memiliki sebanyak 30% kemungkinan, -tergantung berapa lama ia dirawat inap-, akan kembali lagi karena efek samping obat." Milton Silverman, M.D. (Professor of Pharmacology, University of California)
"Untuk apa seorang pasien yang karena sakit kemudian menelan racun, atau menelan sesuatu yang bisa membuat orang sehat jadi tambah sakit." L.F. Kebler, M.D.
"Perlunya mengajarkan umat manusia untuk tidak menggunakan obat-obatan kimia merupakan tugas semua pihak yang tahu efek tidak menentu dan merusak dari pengobatan medis. Dan tidak lama lagi akan tiba masa dimana sistem pengobatan medis akan ditinggalkan." Charles Armbruster, M.D.
"Kita cenderung berpikir bahwa penyalahgunaan obat selalu terjadi di kalangan pria dalam bentuk narkoba seperti heroin, kokain, dan mariyuana. Akan mengejutkan Anda jika Anda tahu bahwa sebenarnya ada masalah yang jauh lebih besar lagi dibandingkan dugaan Anda, yaitu ada jutaan wanita yang bergantung pada obat-obatan kimia yang diresepkan oleh dokter." Robert Mendelsohn, M.D.

Semoga dari penjelasan-penjelasan di atas, Anda bisa memilih pengobatan yang tepat bagi Anda dan keluarga yang Anda cintai. Sebagai penutup, saya kutip perkataan Thomas Alfa Edison sebagai berikut, "Dokter masa depan tidak lagi memberi obat, namun akan menempatkan kepentingan pasiennya dalam rangka bimbingan kemanusiaan, bimbingan pengaturan pola makan, dan mengenai penyebab serta pencegahan penyakit."